Friday, August 9, 2019

Karangan Ilmiah

Karangan Ilmiah

A. PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan dalam karangan ilmiah merupakan bagian yang mengungkapkan posisi suatu masalah dan perlunya kajian atau penelitian dilakukan. Bagian ini mengungkapkan informasi dan deskripsi tentang permasalahan penelitian atau kajian. Oleh karena itu, dalam karangan ilmiah berbentuk skripsi, tesis, dan disertasi biasanya pada bagian ini terdapat latar belakang masalah, identifikasi dan rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian atau kajian, asumsi atau hipotesis penelitian (jika penelitiannya berhipotesis), kerangka pikir penelitian atau paradigma penelitian.

Pada karangan ilmiah populer, artikel, laporan buku, atau makalah biasanya aspek-aspek di atas diungkapkan dengan tanpa menggunakan pembagian secara tegas atas aspek-aspek itu. Pada jenis karangan ilmiah tersebut, aspek-aspek itu tersaji dalam beberapa paragraf, tetapi pada hakikatnya mengungkapkan beberapa aspek itu. Pada dasarnya, bagian pendahuluan dalam karangan ilmiah menyajikan posisi masalah yang memerlukan kajian atau penelitian.

Sebagaimana diungkapkan, bahwa dalam karangan ilmiah jenis skripsi, tesis, dan disertasi aspek-aspek yang terdapat dalam bagian pendahuluan dipisahkan secara khusus dalam bagian terpisah. Oleh karena itu, pada jenis karangan tersebut terdapat sub-subbab yang mengupasnya.

a. Latar Belakang Masalah

Aspek latar belakang masalah pada bagian pendahuluan biasanya berisi deskripsi tentang kedudukan masalah tersebut. Latar belakang masalah biasanya mendeskripsikan mengapa masalah itu ada dan timbul berdasarkan analisis penulis atau mengapa suatu hal dianggap masalah oleh penulis. Latar belakang masalah merupakan paparan tentang adanya ketimpangan antara suatu ketentuan dengan kenyataan. Berdasarkan paparan tersebut penting untuk dikaji atau diteliti, baik berimplikasi pada perkembangan ilmu atau pada kepentingan pembangunan.

Latar belakang masalah merupakan bagian yang mengungkapkan masalah yang membuat penulis gelisah dan resah jika masalah tersebut tidak dikaji atau diteliti. Pada bagian ini diungkapkan kedudukan masalah yang akan dikaji atau diteliti dan posisi masalah tersebut dalam perspektif bidang keilmuan penulis.

Penyajian bagian latar belakang dilakukan dengan cara mengkonfrontasi antara teori atau konsep-konsep dengan fenomena yang terjadi. Penyajian bagian ini dapat pula dilakukan dengan mengungkap suatu ketentuan, pedoman,

peraturan yang seharusnya dilaksanakan, tetapi kenyataannya tidak demikian sehingga menimbulkan suatu masalah. Bagian ini dapat pula berupa penyajian prediksi logis terhadap sesuatu yang dianggap sebagai penyebab dari suatu fenomena yang menimbulkan masalah.

b. Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah
Identifikasi dan rumusan masalah sering digunakana penulis karangan ilmiah berseiringan. Kadang-kadang penulis hanya menggunakan salah satu diantaranya, tetapi kadang-kadang keduanya digunakan. Hal itu bergantung pada kondisi karangan ilmiah tersebut, jika penulis memandang bahwa dalam latar belakang posisi studi masih dipandang belum problematis dan belum ajeg sebagai masalah, maka posisi permasalahan dibahas pada bagian identifikasi masalah. Dengan demikian, pada bagian identifikasi masalah, permasalahan kajian atau penelitian dikerucutkan atau difokuskan, sehingga dalam merumuskan permasalahan tidak perlu mencantumkan kembali fokus kajian.

Bagian rumusan masalah merupakan bagian yang menjelaskan permasalahan yang akan dikaji atau diteliti. Rumusan masalah dalam karangan ilmiah biasanya disajikan dalam bentuk kalimat interogatif (kalimat pertanyaan). Namun, pertanyaan dalam rumusan masalah harus dapat terukur oleh aktivitas kajian yang akan dilakukan. Kata tanya yang dapat digunakan pada bagian rumusan masalah misalnya “apakah atau bagaimanakah”. Apakah penulis karangan ilmiah memandang bahwa rumusan masalah dalam penelitian yang akan dilakukan perlu diperinci kembali ke dalam bagian yang lebih spesifik dalam dilakukan dengan menurunkan rumusan masalah ke dalam bagian yang lebih terperinci.

Bagian rumusan masalah pada kajian atau penelitian yang memiliki multi variabel, biasanya penyajiannya dikaitkan dengan variabel-variabel yang akan diteliti dan merumuskan kaitan antarvariabel yang akan dibertemalikan. Bahkan, penulis karangan ilmiah yang cermat akan merumuskan masalah dengan pertanyaan-pertanyaan indikator dari setiap variabel yang diteliti atau dikaji. Namun, jika penelitiannya hanya mencermati satu variabel, maka rumusan masalah itu akan mempertanyakan kemungkinan kaitan antara indikator dengan variabel tersebut sebagai fokus kajian.

Rumusan masalah dalam karangan ilmiah juga berfungsi sebagai pemandu bagi penulis untuk mencari tahu dan mencari jawaban atas masalah yang dirumuskan itu. Rumusan masalah juga akan membimbing pembahasan dalam karangan ilmiah, sehingga pengupasan fakta atau temuan dimaksudkan untuk menjawab rumusan tersebut.

c. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Aspek tujuan dan manfaat penelitian dalam bagian pendahuluan karangan ilmiah biasanya berseiring dengan rumusan masalah. Tujuan penelitian disajikan untuk mengeksplisitkan arah penelitian pada target yang harus didapatkan dari suatu kajian atau penelitian.

Dalam jenis karangan ilmiah laporan penelitian, biasanya tujuan penelitian diarahkan pada pemecahannya masalah-masalah praktis yang menjadi ketimpangan atau problematika. Demikian pula dengan manfaat penelitian, biasanya dipecah ke dalam manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoretis diarahkan pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan manfaat praktis dimaksudkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Penulisan subbab tujuan dan manfaat penelitian biasanya digabungkan. Kemudian subbab tersebut, dipecah kembali ke dalam dua bagian kecil jika penulis karangan ilmiah menggunakan kedua terminologi itu secara berbeda. Namun, kadang-kadang penulis karangan ilmiah hanya menggunakan tujuan penelitian atau tujuan penulisan, jika karangan ilmiah yang dibuatnya berupa laporan penelitian atau kajian serta jenis karangan ilmiah populer lainnya.

d. Landasan Teori

Bagian landasan teori dalam karangan ilmiah ditempatkan pada bagian kedua, setelah bagian pendahuluan. Penggunaan judul bagian ini disesuaikan dengan isi utama yang disajikan. Meskipun demikian, biasanya pada suatu lembaga pendidikan tinggi biasanya dianut suatu konvensi yang sering dilakukan para penulis karangan ilmiah. Pada institusi tertentu ada konvensi yang menjudulinya bagian ini dengan “Landasan Teori”, tetapi pada institusi lain ada konvensi dalam menjuduli bagian tersebut dengan konsep teori utama dari serangkaian teori yang disajikan pada bagian itu.

Landasan teori merupakan deskripsi lengkap teori-teori yang digunakan. Setiap teori yang bertemali dikupas dalam bagian ini dan disusun menjadi sebuah rangkaian argumen keilmuan.

Penyajian aspek-aspek validitas penelitian pada bagian ini bergantung pada jenis dan kriteria validitas yang dipilih. Pengungkapan aspek-aspek validitas penelitian ini, disajikan secara berurutan dan terperinci. Setiap jenis validitas yang dipandang menguatkan atau melemahkan keabsahan penelitian.
B. PEMBAHASAN

Bagian pembahasan dalam karangan ilmiah merupakan bagian yang jumlahnya paling mendominasi karangan ilmiah. Kekuatan karangan ilmiah akan ditunjukkan oleh keandalan peneliti dalam menyajikan bagian pembahasan. Dalam jenis karangan ilmiah artikel atau makalah untuk jurnal atau pertemuan ilmiah biasanya bagian ini merupakan bagian yang tampak sebagai bagian yang dari jumlah bagiannya mendominasi karangan ilmiah. Pada karangan ilmiah jenis skripsi yang menggunakan pendekatan kuantitatif, biasanya sering terabaikan manakala peneliti telah dapat membuktikan hipotesis. Padahal, seharusnya pada bagian pembahasan ini penulis mendiskripsikan data empiris dengan berbagai konsep teoretis yang dijadikan landasan penelitian.

Bagian pembahasan merupakan bagian yang menyajikan deskripsi dari kegiatan penerimaan atau penolakan hipotesis penelitian, jika penelitian berhipotesis. Selain deskripsi ini, pada bagian tersebut disajikan pula penafsiran dari pembuktian hipotesis penelitian. Penafsiran terhadap pengujian hipotesis disajikan keterkaitan antara dasar-dasar teori yang digunakan dengan bukti empiris.

Pada bagian ini penulis karangan ilmiah melakukan discussionantara temuan atau pembuktian data empiris dengan berbagai dasar teoritis. Penataan pembahasan penelitian dalam karangan ilmiah biasanya disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan pada bagian pendahuluan. Mungkin saja, penulis karangan ilmiah menatanya dengan mengurutkan setiap rumusan masalah dalam bentuk pernyataan deklaratif sehingga ada kaitan antara rumusan masalah dengan pembahasan sistematis.

Penulis karangan ilmiah yang andal akan memandang bagian pembahasan merupakan bagian inti dari argumen yang disajikan dalam karangan ilmiah. Pada bagian ini penulis menyodorkan argumen yang ditopang oleh pembuktian data empiris dan konsep teoritis. Oleh karena itu, bagian ini merupakan kekuatan argumen ilmiah yang disajikan dalam karangan ilmiah.

Penyajian bagian pembahasan pada karangan ilmiah jenis makalah, laporan ilmiah, skripsi, tesis, atau disertsi biasanya ditempatkan pada bagian atau bab tersendiri setelah bagian metode penelitian. Pada karangan ilmiah jenis makalah ilmiah, kertas kerja, atau artikel ilmiah biasanya disajikan pada bagian tengah karangan sebelum bagian penutup atau bagian simpulan.

C. SIMPULAN DAN SARAN

Bagian simpulan dan saran merupakan bagian akhir dari karangan ilmiah. Bagian ini harus merupakan pernyataan deklaratif sebagai jawaban dari rumusan masalah. Penyajian bagian ini harus memiliki kesejalanan dengan bagian pendahuluan dan pembahasan karangan ilmiah.

Pada karangan ilmiah jenis makalah ilmiah, laporan ilmiah, skripsi, tesis, atau disertasi, bagian simpulan bukan bagian yang menyajikan pembuktian hipotesis, jika penelitiannya berhipotesis. Bagian ini pada hakikatnya menyajikan argumen ilmiah utama dari karangan ilmiah setelah pada bagian sebelumnya disajikan pembahasan empiri dengan teori. Argumen ilmiah pada bagian simpulan merupakan argumen pokok dari penulis berdasarkan penelitian.

Bagian saran dalam karangan ilmiah merupakan rekomendasi dari penelitian. Saran yang disajikan harus berdasarkan simpulan penelitian, sehingga bukan merupakan pikiran atau pendapat penulis tentang suatu fenomena. Saran merupakan tindak lanjut atau suatu implementasi dari penyelesaian suatu permasalahan yang disajikan berdasarkan hasil penelitian atau kajian.

Penyajian bagian simpulan dan saran pada karangan ilmiah jenis laporan penelitian, makalah ilmiah, skripsi, tesis, atau disertasi disajikan pada bab tersendiri, sedangkan pada karangan ilmiah jenis artikel atau kertas kerja merupakan bagian akhir karangan ilmiah sebelum daftar pustaka.











No comments:

Post a Comment