Tanda Baca Dan Penggunaannya
Dalam berbahasa Indonesia, khususnya bahasa tulis, satu hal yang sering diabaikan adalah pemakaian tanda baca. Padahal, dalam bahasa tulis, peran tanda baca adalah sangat penting. Keberadaan tanda baca dalam sebuah tulisan akan sangat membantu pembaca memahami sebuah tulisan.
Tanda baca dalam ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan mencakup pengaturan (a)tanda titik (.); (b) tanda koma (,); (c) tanda titik koma (;); (d) tanda titik; (e) tanda hubung (-); (f) tanda pisah (-); (g) tanda tanya (?); (h) tanda seru (!); (i) tanda elipsis (...); (j) tanda petik (“ “); (k) tanda petik tunggal (‘ ‘); (l) tanda kurung (( )); (m) tanda kurung siku; (n) tanda garis miring (/); (o) tanda penyingkat atau apostrof (‘).
A. Tanda Titik
1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik.
Misalnya : Buku itu disusun oleh Drs. Sutarso, M.A.
2. Tanda titik dipakai dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagian, ikhtisar, atau daftar. Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka dan huruf.
3. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
4. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di akhir nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit.
5. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menujukkan jumlah.
6. Tanda titik dipakai pada penulisan singkatan.
B. Tanda koma (,)
1. Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Misalnya: Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali.
3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
4. Tanda koma dipakai dibelakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun begitu.
5. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, dan kasihan, atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat.
6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
7. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringnya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru.
8. Tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
9. Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
10. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki ag
11. Tanda koma dipakai diantara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
12. Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
13. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Misalnya: Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali. Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan sirih.
14. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca/ salah pengertian di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat
Misalnya: Dalam pengembangan bahasa, kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan
nusantara ini. Dibandingkan dengan: Kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini
dalam pengembangan kosakata.
C. Tanda Titik Koma (;)
1. Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat
yang setara di dalam kalimat majemuk setara.
2. Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang
berupa frasa atau kelompok kata. Dalam hubungan itu, sebelum perincian terakhir tidak
perlu digunakan kata dan.
3. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan 2 kalimat setara atau lebih apabila unsur-
unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung.
D. Tanda Titik Dua (:)
1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau
pemerian,tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan
pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Misalnya : Kita memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari
2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
Misalnya :Ketua : Ahmad wijaya
Sekretaris : Khadijah
Bendahara : Aulia
3. Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku
dalam percakapan.
4. Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) bab dan ayat dalam
kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku
dalam acuan dalam karangan.
E. Tanda Hubung (-)
1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris.
2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris.
3. Tanda hubung digunakan untuk menyambung bagian-bagian tanggal dan huruf dalam kata yang dieja satu-satu.
4. Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur-unsur kata ulang.
5. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas
(a) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan dan
(b) penghilangan bagian frasa atau kelompok kata.
6. Tanda hubung dipakai untuk merangkai
Se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital.
Ke- dengan angka
Angka dengan –an
Kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital
Kata ganti yang berbentuk imbuhan, dan
Gabungan kata yang merupakan kesatuan.
7. Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Misalnya : di-smash, di-mark-up.
F. Tanda Pisah
1. Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi
penjelasan di luar bangun utama kalimat.
2. Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang
lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti ‘sampai
dengan’atau ‘sampai ke’.
G. Tanda Tanya (?)
1. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang
disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
H. Tanda Seru
Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat.
I. Tanda Elipsis (...)
1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.
Misalnya : Kalau begitu ..., marilah kita laksanakan.
2. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.
Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi, jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimatm perlu dipakai 4 tanda titik : 3 tanda titik untuk menandai penghilangan teks dan 1 tanda titik untuk menandai akhir kalimat, tanda elipsis pada akhir kalimat tidak diikuti dengan spasi.
Bahasa Baku
Istilah bahasa baku atau bahasa standar dapat merujuk kepada bentuk bahasa atau dialek yang menjalani standardisasi dan penggunaannya melampaui batas daerah.
Dalam pengertian yang lain, bahasa baku adalah ragam bahasa yang diterima untuk dipakai dalam situasi resmi. Bahasa baku terutama digunakan sebagai bahasa persatuan dalam masyarakat bahasa yang mempunyai bahasa.
Bahasa baku umumnya ditegakkan melalui kamus (ejaan dan kosakata),tata bahasa, pelafalan, lembaga bahasa, status hukum, serta penggunaan di masyarakat (pemerintah, sekolah, dll).
Di Indonesia, bahasa baku tidak dapat dipakai untuk segala keperluan, tetapi hanya untuk komunikasi resmi, wacana teknis, pembicaraan di depan umum, dan pembicaraan dengan orang yang dihormati. Di luar keempat penggunaan itu, dipakai ragam tak baku.
Terimakasih telah mampir di blog kami semoga bisa membantu teman-teman.....
Dalam berbahasa Indonesia, khususnya bahasa tulis, satu hal yang sering diabaikan adalah pemakaian tanda baca. Padahal, dalam bahasa tulis, peran tanda baca adalah sangat penting. Keberadaan tanda baca dalam sebuah tulisan akan sangat membantu pembaca memahami sebuah tulisan.
Tanda baca dalam ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan mencakup pengaturan (a)tanda titik (.); (b) tanda koma (,); (c) tanda titik koma (;); (d) tanda titik; (e) tanda hubung (-); (f) tanda pisah (-); (g) tanda tanya (?); (h) tanda seru (!); (i) tanda elipsis (...); (j) tanda petik (“ “); (k) tanda petik tunggal (‘ ‘); (l) tanda kurung (( )); (m) tanda kurung siku; (n) tanda garis miring (/); (o) tanda penyingkat atau apostrof (‘).
A. Tanda Titik
1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik.
Misalnya : Buku itu disusun oleh Drs. Sutarso, M.A.
2. Tanda titik dipakai dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagian, ikhtisar, atau daftar. Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka dan huruf.
3. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
4. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di akhir nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit.
5. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menujukkan jumlah.
6. Tanda titik dipakai pada penulisan singkatan.
B. Tanda koma (,)
1. Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Misalnya: Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali.
3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
4. Tanda koma dipakai dibelakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun begitu.
5. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, dan kasihan, atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat.
6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
7. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringnya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru.
8. Tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
9. Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
10. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki ag
11. Tanda koma dipakai diantara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
12. Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
13. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Misalnya: Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali. Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan sirih.
14. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca/ salah pengertian di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat
Misalnya: Dalam pengembangan bahasa, kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan
nusantara ini. Dibandingkan dengan: Kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini
dalam pengembangan kosakata.
C. Tanda Titik Koma (;)
1. Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat
yang setara di dalam kalimat majemuk setara.
2. Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang
berupa frasa atau kelompok kata. Dalam hubungan itu, sebelum perincian terakhir tidak
perlu digunakan kata dan.
3. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan 2 kalimat setara atau lebih apabila unsur-
unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung.
D. Tanda Titik Dua (:)
1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau
pemerian,tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan
pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Misalnya : Kita memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari
2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
Misalnya :Ketua : Ahmad wijaya
Sekretaris : Khadijah
Bendahara : Aulia
3. Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku
dalam percakapan.
4. Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) bab dan ayat dalam
kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku
dalam acuan dalam karangan.
E. Tanda Hubung (-)
1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris.
2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris.
3. Tanda hubung digunakan untuk menyambung bagian-bagian tanggal dan huruf dalam kata yang dieja satu-satu.
4. Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur-unsur kata ulang.
5. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas
(a) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan dan
(b) penghilangan bagian frasa atau kelompok kata.
6. Tanda hubung dipakai untuk merangkai
Se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital.
Ke- dengan angka
Angka dengan –an
Kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital
Kata ganti yang berbentuk imbuhan, dan
Gabungan kata yang merupakan kesatuan.
7. Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Misalnya : di-smash, di-mark-up.
F. Tanda Pisah
1. Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi
penjelasan di luar bangun utama kalimat.
2. Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang
lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti ‘sampai
dengan’atau ‘sampai ke’.
G. Tanda Tanya (?)
1. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang
disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
H. Tanda Seru
Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat.
I. Tanda Elipsis (...)
1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.
Misalnya : Kalau begitu ..., marilah kita laksanakan.
2. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.
Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi, jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimatm perlu dipakai 4 tanda titik : 3 tanda titik untuk menandai penghilangan teks dan 1 tanda titik untuk menandai akhir kalimat, tanda elipsis pada akhir kalimat tidak diikuti dengan spasi.
Bahasa Baku
Istilah bahasa baku atau bahasa standar dapat merujuk kepada bentuk bahasa atau dialek yang menjalani standardisasi dan penggunaannya melampaui batas daerah.
Dalam pengertian yang lain, bahasa baku adalah ragam bahasa yang diterima untuk dipakai dalam situasi resmi. Bahasa baku terutama digunakan sebagai bahasa persatuan dalam masyarakat bahasa yang mempunyai bahasa.
Bahasa baku umumnya ditegakkan melalui kamus (ejaan dan kosakata),tata bahasa, pelafalan, lembaga bahasa, status hukum, serta penggunaan di masyarakat (pemerintah, sekolah, dll).
Di Indonesia, bahasa baku tidak dapat dipakai untuk segala keperluan, tetapi hanya untuk komunikasi resmi, wacana teknis, pembicaraan di depan umum, dan pembicaraan dengan orang yang dihormati. Di luar keempat penggunaan itu, dipakai ragam tak baku.
Terimakasih telah mampir di blog kami semoga bisa membantu teman-teman.....
No comments:
Post a Comment