Sunday, August 4, 2019

Penulisan Unsur Serapan

Penulisan Unsur Serapan

Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing, seperti Sansekerta, Arab, Portugis, Belanda, China, dan Inggris. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Pertama, unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti reshuffle, shuttle cock, de I’homme par I’homme. Unsur-unsur itu dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing. Kedua, unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.[1]

Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah.
Misalnya: bengkel, kabar, nalar, paham, perlu, sirsak.

Sekalipun dalam ejaan yang disempurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia, unsur yang mengandung kedua huruf itu di indonesiakan mennurut kaidah yang dipaparkan di atas. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja, seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus.[2]

A. Konsep Ilmu Pengetahuan dan Peristilahannya

Upaya kecendekiaan ilmuwan (scientist) dan pandit (sholar) telah dan terus menghasilkan konsep ilmiah, yang pengungkapannya dituangkan dalam perangkat peristilahan. Ada istilah yang sudah mapan dan ada pula istilah yang masih perlu diciptakan. Konsep ilmiah yang sudah dihasilkan ilmuwan dan pandit Indonesia dengan sendi;rinya mempunyai istilah yang mapan. Akan tetapi, sebagian besar konsep ilmu pengetahuan modern yang dipelajari, digunakan, dan dikembangkan oleh pelaku ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia datang dari luar negeri dan sudah dilambangkan dengan istilah bahasa asing. Disamping itu, ada kemungkinan bahwa kegiatan ilmuwan dan pandit Indonesia akan mencetuskan konsep ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang sama sekali baru sehingga akan diperlukan penciptaan istilah baru.

B. Bahan Baku Istilah Indonesia
Tidak ada satu bahasa pun yang sudah memiliki kosakata yang lengkap dan tidak
memerlukan ungkapanuntuk gagasan, temuan, atau rekacipta yang baru. Bahasa Inggris
yang kini dianggap bahasa internasional utama, misalnya, pernah menyerap kata dan
ungkapan dari bahasa Yunani, Latin, Prancis, dan bahasa lain yang jumlahnya hampir tiga
perlima dari seluruh kosakatanya. Sejalan dengan itu, bahan istilah Indonesia diambil dari
berbagai sumber, terutama dari tiga golongan bahasa yang penting, yakni (1) bahasa
Indonesia, termasuk unsur serapannya, dan bahasa melayu, (2) bahasa Nusantara yang
serumpun, termasuk bahasa JawaKuno, dan (3) bahasa asing, seperti bahasa Inggris dan
bahasa Arab.

C. Pemantapan Istilah Nusantara

Istilah yang mengungkapkan konsep hasil galian ilmuwan dan pandit Indonesia, seperti bhineka Tunggal Ika, batik, ganjar, sawer, gunungan, dan pamor, telah lama diterima secara luas sehingga dapat dimantapkan dan hasilnya dikodifikasi.

D. Pemadanan Istilah

Pemadanan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia, dan jika perlu ke salah satu bahasa serumpun, dilakukan lewat penerjemahan, penyerapan, atau gabungan penerjemahan dan penyerapan. Demi keseragaman, sumber rujukan yang diutamakan ialah istilah Inggris yang pemakaiannya bersifat internasional karena sudah dilazimkan oleh para ahli dalam bidangnya. Penulisan istilah serapan itu dilakukan dengan atau tanpa penyesuaian ejaannya berdasarkan kaidah fonotaktik, yakni hubungan urutan bunyi yang diizinkan dalam bahasa Indonesia.

1. Penerjemahan
Istilah Indonesia dapat dibentuk lewat penerjemahan berdasarkan kesesuaian makna, tetapi bentuknya tidak sepadan.

Misalnya:
Supermarket pasar swalayan
Merger gabungan usaha

Penerjemahan dapat pula dilakukan berdasarkan kesesuaian bentuk dan makna.
Misalnya:
Bonded zone kawasan berikat
Skycraper pencakar langit

Penerjemahan istilah asing memiliki beberapa keuntungan. Selain memperkaya kosakata Indonesia dengan sinonim, istilah terjemahan juga meningkatkan daya ungkap bahasa Indonesia. Jika timbul kesulitan dalam penyerapan istilah asing yang bercorak Anglo-Sakson karena perbedaan antara lafal dan ejaannya, penerjamahan merupakan jalan keluar terbaik. Dalam pembentukan istilah lewat penerjemahan perlu diperhatikan pedoman berikut.

a. Penerjemahan tidak harus berasas satu kata diterjemahkan dengan satu kata.
Misalnya:
Psychologist ahli psikologi

Medical practitioner dokter

b. Istilah asing dalam bentuk positif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia bentuk positif,
sedangkan istilah dalam bentuk negatif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia bentuk
negatif pula.

Misalnya:
Bound form bentuk terikat (bukan bentuk tak bebas)
Illiterat niraksara
Inorganic takorganik

c. Kelas kata istilah asing dalam penerjemahan sedapat-dapatnya dipertahankan pada istilah
terjemahannya.

Misalnya:
Merger (nomina) gabung usaha (nomina)
Transparent (adjektiva) bening (adjektiva)

(to) filter(verba) menapis (verba)

d. Dalam penerjemahan istilah asing dengan bentuk plural, pemarkah kejamakannya
ditanggalkan pada istilah Indonesia.

Misalnya:
Alumni lulusan
Master of ceremonies pengatur acara

2. Penyerapan
Penyerapan istilah asing untuk menjadi istilah Indonesia dilakukan berdasarkan hal-hal
berikut:

a. Istilah asing yang akan diserap meningkatkan ketersalinan bahasa asing dan bahasa
Indonesia secara timbal balik (intertranslatability) mengingat keperluan masa depan.

b. Istilah asing yang akan diserap mempermudah pemahaman teks asing oleh pembaca
Indonesia karena dikenal lebih dahulu.

c. Istilah asing yang akan diserap lebih ringkas jika dibandingkan dengan terjemahan
Indonesianya.

d. Istilah asing yang akan diserap mempermudah kesepakatan antarpakar jika padanan
terjemahannya terlalu banyak sinonimnya.

e. Istilah asing yang akan diserap lebih cocok dan tepat karena tidak mengandung
konotasi buruk.

Proses penyerapan istilah asing, dengan mengutamakan bentuk visualnya, dilakukan dengan cara yang berikut.

a. Penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal

Misalnya:
Camera kamera
Microphone mikrofon
System sistem

b. Penyerapan dengan penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal

Misalnya:
Design desain
File fail
Science sains

c. Penyerapan tanpa penyesuaian ejaan, tetapi dengan penyesuaian lafal

Misalnya:
Bias bias
File fail
Science sains

d. Penyerapan tanpa penyesuaian ejaan dan lafal:

(1) Penyerapan istilah asing tanpa penyesuaian ejaan dan lafal dilakukan jika ejaan
dan lafal dilakukan jika ejaan dan lafal istilah asing itu tidak berubah dalam
banyak bahasa modern, istilah itu dicetak dengan huruf miring.

Misalnya:
Allegro moderato divide et impera
Aufklarung dulce et utile
Status quo in vitro
Esprit de corps vis-a`-vis

(2) Penyerapan istilah tanpa penyesuaian ejaan dan lafal dilakukan jika istilah itu juga
dipakai secara luas dalam kosakata umum, istilah itu tidak ditulis dengan huruf
miring (dicetak dengan huruf tegak).[3]

Misalnya:
Golf golf
Internet internet
Lift lift
Orbit orbit
Sona(sound navigation dan ranging)suara


Penyerapan Afiks dan Bentuk Terikat Istilah Asing

a. Penyesuaian Ejaan Prefiks dan bentuk terikat

Prefiks asing yang bersumber pada bahasa Indo-Eropa dapat dipertimbangkan pemakaiannya didalam peristilahan Indonesia setelah disesuaikan ejaannya. Prefiks asing itu, antara lain, ialah sebagai berikut.

a-, ab-, abs- (‘dari’, ‘menyimpang dari’, ‘menjauhkan dari’) tetap a-, ab-, abs-

amoral amoral
abnormal abnormal
abstract abstrak

a-, an-‘tidak, bukan, tanpa’ tetap a-, an-

anemis anemia
aphasia afasia
aneurysm ke aneurisme

ad-, ac- ‘ke’, ‘berdekatan dengan’, ‘melekat pada’, menjadi ad-, ak-

adhesion adhesi
acculturation akulturasi

am-, amb- ‘sekeliling’, ‘keduanya’ tetap am-, amb-

ambivalence ambivalendi
amputation amputasi

ana-, an-‘ke atas’, ‘ke belakang’, ‘terbalik’ tetap ana-, an-

anabolism anabolisme
anatropus anatrop

ante- ‘sebelum’, ‘depan’ tetap ante-

antediluvian antediluvian
anterior anterior

anti-, ant-‘bertentangan dengan’ tetap anti-, ant-

anticatalyst antikatalis
anticlinal antiklinal
antacid antacid

apo-‘lepas, terpisah’, ‘berhubungan dengan’ tetap apo-

apochromatic apokromatik
apomorphine apomorfin

aut-, auto-‘sendiri’, ‘bertindak sendiri’ tetap aut-, auto-

autarky autarki
autostrada autostrada

bi-‘pada kedua sisi’, ‘dua’ tetap bi-

biconvex bikoneks
bisexual biseksual
cata-‘bawah’, ‘sesuai dengan’ menjadi kata-
cataclysm kataklisme
catalyst katalis

co-, com-, con- ‘dengan’, ‘bersama-sama’, berhubungan dengan’ menjadi ko-, kom, kon

coordination koordinasi
commission komisi
concentrate konsenstrat
contra- ‘menentang’, ‘berlawanan’ menjadi kontra-
contradiction kontradiksi
contraindication kontraindikasi
de- ‘memindahkan’, ‘mengurangi’ tetap de-

dichloride diklorida
dichromatic dikromatik
dia- ‘melalui’, ‘melintas’ tetap dia-

diagonal diagonal
diapositive diapositif
dis- ‘ketiadaan’, ‘tidak’ tetap dis-

disequilibrium disekuilibrium
disharmony disharmoni
eco- ‘lingkungan’ menjadi eko-

ecology ekologi
ecospecies ekospesies
em-,en- ‘dalam’, ‘di dalam’ tetap em-, en-

empathy empati
encenphalitis ensenfalitis
endo- ‘di dalam’ tetap endo-

endoskeleton endoskeleton
endothermal endoternal
epi- ‘di atas’, ‘sesudah’ tetap epi-

epigone epigon
epiphyte epifit
ex- ‘sebelah luar’ menjadi eks-

exclave eksklave
exclusive eksklusif
exo-, ex- ‘sebelah luar’, ‘mengeluarkan’ menjadu ekso-, eks-

exoergic eksoergik
exogamy eksogami
extra- ‘diluar’ menjadi ekstra-

extradition ekstradisi
extraterrestrial ekstraterestrial
hemi ‘separuh’, ‘setengah’ tetap hemi-

hemihedral hemihedral
hemisphere hemisfer
hemo- ‘darah’ tetap hemo-

hemoglobin hemoglobin
hemolysis hemolisis

hepta- ‘tujuh’, ‘mengandung tujuh...’ tetap hepta-

heptameter heptameter
heptarchy heptarki

b. Penyesuaian Ejaan Sufiks

Sufiks asing dalam bahasa Indonesia diserap sebagai bagian kata berafiks yang utuh. Kata seperti standardisasi, implementasi, dan objektif diserap secara utuh di samping kata
standar, implemen, dan objek. Berikut kata bersufiks tersebut:

-aat (Belanda) menjadi –at

Advocaat advokat
-able, -ble (inggris) menjadi –bel

Variable variabel

-ac (inggris) menjadi –ak

Maniac maniak

-age (Inggris) menjadi –ase

Sabotase sabotase
-air (Belanda), -ary (Inggris) menjadi –er

Complementair, complementary komplementer
-al (Inggris) menjadi –al

Credential kredensial
-ance, -ence (Inggris) menjadi –ans, -ens

Ambulance ambulans
-ancy, -ency (inggris) menjadi –ansi, -ensi

Effeciency efisiensi
-ant (Belanda, Inggris) menjadi –an

Accountant akuntan
-ar (Inggris) menjadi –ar, -er

Curricular kurikuler
-archie (Belanda), -archy (Inggris) menjadi –arki

Anarchie, anarchy anarki

Gabungan Penerjemahan dan penyerapan
Istilah bahasa Indonesia dapat dibentuk dengan menerjemahkan dan menyerap istilah asing sekaligus.

Misalnya:
Bound Morphene morfem terikat
Clay colloid koloid lempung
Subdivision subbagian

E. Perekaciptaan Istilah

Kegiatan ilmuwan, budayawan dan seniman yang bergerak di baris terdepan ilmu, teknologi, dan seni dapat direkacipta sesuai dengan lingkungan dan corak bidang kegiatannya.
Misalnya, rekacipta istilah fondasi cakar ayam, penyangga, sosorobahu, plasma inti rakyat, dan terbang pilih Indonesia telah masuk ke dalam khazanah peristilahan.

F. Pembakuan dan kodifikasi Istilah

Istilah yang diseleksi lewat pemantapan, penerjemahan, penyerapan, dan perekaciptaan dibakukan lewat kodifikasi yang mengusahakan keteraturan bentuk seturut kaidah dan adat pemakaian bahasa. Kodifikasi itu tercapai dengan tersusunnya sistem ejaan, buku, tata bahasa, dan kamus yang merekam menetapkan bentuk bakunya.

Terimakasih semoga informasi mengenai unsur serapan ini bermanfaat bagi teman-teman...

No comments:

Post a Comment